Jumat, 02 Maret 2012

Petualangan Sherlock Holmes(The Blue Carbuncle part 5)

Batu Biru Delima

Bagian 5: Taruhan Cerdik

“Aku tidak mau mengatakan apa2 padamu.” Ulang Breckinridge, “Terlalu banyak orang bertanya pertanyaan tentang angsa itu.”
“Aku tidak tertarik dengan orang lain.”Kata Holmes, “tapi aku akan membuat taruhan  denganmu, aku bertaruh padamu lima poundsterling bahwa angsamu berasal dari peternakan luar London. Angsa terbaik selalu berasal dari pedesaan.”
“Kamu salah.” Kata Breckinridge, “Angsa yang dikirim ke Restoran Alpha bukan berasal dari luar London. Mereka berasal dari pedesaan.”
“Aku tidak percaya padamu.”Kata Holmes, “aku yakin mereka berasal dari luar London.”
Breckinridge tertawa.
“Baiklah.” Katanya, “Aku akan membuktikan kepadamu bahwa Angsa itu berasal dari London.”
Dia mengambil dua buku besar dan membuka salah satunya.
“Buku ini berisi daftar orang yang menjual angsa ku”katanya, “Nama yang bertinta merah adalah orang yang tinggal di London.Baca nama yang ketiga dari daftar”.
Holmes mengambil buku itu dan membacanya.
“Mrs.Oakshott,117 Brixton Road. Nama ini ditulis dengan tinta merah, jadi itu berarti Mrs.Oakshott tinggal di London”.
“Itu benar”,kata Breckinridge, “Sekarang mari kita lihat dibuku lainnya, buku kedua menunjukkan tanggal aku membeli angsa. Lihat tanggal 22 Desember. Kira kira apa dibalik tanggal itu?”
Holmes melihat buku kedua dan membacanya.
“ 22 Desember. Dibeli dari Mrs.Oakshott, 24 angsa seharga 7 shillings dan 6 peny setiap ekor. Dijual untuk Mr.Windigate restoran Alpha.”
“Nah!” kata Breckinridge, “Aku betul . Aku membeli angsa dari Mrs.Oakshott. Mrs.Oakshott tingal di London. Jadi aku menang taruhan. Sekarang beri aku uang”.
Holmes tidak berkata apapun. Dia mengambil sebuah koin emas dari kantongnya dan melemparkannya kedepan Breckinridge.
Kemudian kami pergi.

 Bersambung..........

Translate from Book Sir Arthur Conan Doyle "Silver Blaze and other stories"
Translate by Kristina Damayani













Rabu, 29 Februari 2012

Petualangan Sherlock Holmes(The Blue Carbuncle Part 4)

Batu Biru Delima

Bagian 4 :  Perburuan Angsa dimulai

Saat itu dingin, malam cerah dan bintang bersinar terang. Kami berjalan cepat ke restoran Alpha, dekat Museum Inggris. Didalam restoran, pria dengan wajah merah sedang menyiapkan bir. Pria berwajah merah itu adalah pemiliknya, Mr.Windigate. Kami memesan  dua gelas bir.
“aku berharap bir mu bagus untuk angsa anda.”kata holmes.
“Angsaku?” Kata Pemilik terkejut.
“Ya, teman kami, Henry Baker memberitahu saya tentang klub angsa anda, dia berkata angsa anda sangat bagus.”
“oh...aku tahu.” Kata Mr.Windigate, “Tapi angsa itu bukan dari sini, aku membelinya dari pedagang di pasar Covent Garden.”
Holmes tersadar kemudian
“Apakah anda  ingat nama pedagang itu?” Dia bertanya.
“Ya.” Jawab Mr.Windigate, “ Namanya Breckinridge.”
“Terima kasih banyak.”Kata Holmes, “Ayo...Watson!”
Kami menuju ketepi jalan
“sekarang, watson.”Kata Holmes, “Kita harus menemukan pedagang yang bernama Breckinridge di pasar Covent garden. Windigate membeli angsa  dari Breckinridge . Jadi mungkin Breckinridge tahu sesuatu tentang Batu biru Delima.”
Kami berjalan melewati banyak jalanan sempit. Tidak lama kami sampai di Convent Garden, disana banyak kios didalam pasar. Aku melihat nama “Breckinridge” disalah satu kios.
Seorang pria baru saja akan menutup daun penutup jendela kios.
“Selamat sore.” Kata Holmes dengan suara ramah,”Apakah anda Mr. Breckinridge?”
“Benar.” Jawab pria itu, “Apa yang anda butuhkan?”
“Apakah anda mempunyai beberapa angsa?” Tanya Holmes.
“Tidak.” Kata pria itu, “Aku telah menjual semua angsaku.”
“Sayang sekali.” Kata Holmes, “Pemilik Restoran Alpha, Mr.Windigate, menyarankannku datang kepadamu, dia mengatakan bahwa angsa2 anda sangat bagus. Darimana anda mendapatkan angsa2 itu?”
Diluar dugaanku, Breckinridge tiba-tiba menjadi sangat marah.
“Aku tidak akan mengatakan padamu.” Katanya, “Orang terus menanyakan pertanyaan tentang angsa itu, mengapa setiap orang sangat tertarik  dengan mereka?”

Bersambung.........


Translate from Book Sir Arthur Conan Doyle "Silver Blaze and other stories"
Translate by Kristina Damayani

Minggu, 26 Februari 2012

Menghitunga Luas Segitiga dengan C++

Menghitung Luas Segitiga dengan Bahasa Pemograman C++
Langkah pertama adalah harus ada Instalan Borland C++
Kalau sudah ada buka Borland C++, Klik File-New-Text Edit
Kemudian ketiklah:

//latihan menghitung luas segitiga
#include <stdio.h>
#include <iostream.h>
#include <conio.h>

main()
{
//const p=3.14;
int a,t;
float s;
clrscr();
cout<<"\n\t\t menghitung luas segitiga"<<endl;
cout<<"\n\t\t--------------------------------------"<<endl;
cout<<"masukkan alas        = ";cin>>a;
cout<<"masukkan tinggi    = ";cin>>t;
clrscr();
s=(a*t)/2;
cout<<"\n\t\t=========================================="<<endl;
cout<<"\n\t\t luas segitiga                = "<<s<<"  cm"<<endl;
cout<<"\n\t\t ========================================="<<endl;
getch();
}


Setelah selesai diketik tekan Ctrl+F9 (Run)

Selamat mencoba.........


Jumat, 24 Februari 2012

Menghargai Waktu......

Manajemen Waktu mengajarkan kita cara efektif dan efisien mempergunakan dan waktu dengan baik  waktu yang tersedia tidak sia-sia dan dapat bermanfaat bagi kita.
Apakah anda sudah menghargai waktu???
Setiap orang pasti pernah mengalami keterlambatan, seperti terlambat ke sekolah, ke kampus, ke kantor atau barang kali lupa soal janji anda.....
Waktu tidak dapat diputar ulang kecuali anda punya mesin waktu doraemon atapun mesin penjelajah waktu hehehe.........waktu yang sudah terlewat tidak akan kembali...jadi menurut saya kita harus mempergunakan waktu dengan sebaiknya untuk hal yang bermanfaat.....
Terus terang saya sangat tidak suka orang yang suka ngaret, dulu pernah saya punya janji dengan teman saya untuk mengerjakan sebuah tugas, kita janjian jam 9 pagi di tempat kost temen saya. Pada hari itu juga saya juga ada janji dengan tanteku untuk menemaninya pergi sekitar jam 11 siang, jadi saya punya waktu untuk mengerjakan tugas itu kurang lebih 2 jam. Jam 9 pas saya sudah datang di kost temen saya.....eh ternyata temen saya belum bangun, saya harus nunggu dia mandi, beres2, sarapan......sekitar jam setengah 11 dia baru selesai. Dengan hati dongkol saya pun gak jadi buat ngerjain tugas karena ada janji jam 11. Sampai di tempat tante saya ternyata gak jadi pergi.......
Sejak saat itu saya kalau membuat janji harus jelas waktunya.....saya paling tidak suka menunggu.
Waktu adalah peluang, ilmu dan bermanfat bagi saya, jika kita membuang-buang waktu apa gunanya.
Pengalaman lain di kampus, saya kalau datang ke kampus sesuai dengan jadwal tapi setelah sampai ternyata dosennya molor atau lebih parahnya lagi nunggu 1 jam lebih ternyata dosennya gak datang tanpa pemberitahuan lebih lanjut. hal itu tentu merugikan para mahasiswa yang datang jauh2 untuk mendapatkan ilmu tapi yang di dapat hanya rasa kecewa, ilmu gak dapat malah dapat kecewa........
Kenapa kebanyakan orang tidak bisa menghargai waktu....cobalah untuk On Time......pasti akan menyenangkan, kita tidak harus menunggu atau di tunggu.

Petualangan Sherlock Holmes ( The Blue Carbuncle Part 3)

 Batu Biru Delima
3. Bagian 3 : Mr.Henry Baker

Ketika Peterson akan pergi, Holmes berkata
“Watson, jika Henry Baker datang malam ini, kita akan memberinya ujian yang sederhana.”
“Ujian seperti apa?”Aku bertanya.
“Sebuah ujian untuk melihat apakah dia mengetahui tentang Batu Biru delima.”Jawab Holmes. “tapi sementara itu kita harus menunggu.”
Aku ada beberapa pekerjaan yang dilakukan, jadi aku pergi keluar. Tapi sekitar jam 6.15 aku kembali ke Baker Street. Pria tinggi sedang berdiri menunggu disamping apartemen Holmes.Kami pergi kedalam bersama.
“Selamat malam,Watson.”Kata Holmes, “Dan anda, Tuan.....apakah anda Mr,Henry Baker?”
“Ya...”Kata pria itu. “Aku, Henry Baker. Aku membaca iklanmu....iklan tetang sebuah topi dan seekor angsa.”
“Silahkan duduk,Mr.baker.”Kata Holmes,dia mengambil topi hitam diatas kursi.”Ini topi anda?”
“Ya.”Kata Pria itu.
“Bagus sekali!” teriak Holmes, “Tetapi saya minta maaf tentang angsa anda.Kami telah memakannya.”
“Kau telah memakannya!” Pria itu berdiri dari kursinya.
“Ya.Kami telah memakan angsa itu sebelum dagingnya keburu busuk.Tetapi kami telah membeli seekor Angsa segar untuk anda. Itu diletakkan diatas meja disana. Kami masih menyimpan bulu,kaki dan kepala angsa anda, apakah anda ingin mengambilnya?”
Henry Baker kemudian tertawa
“Tidak, terima kasih.”katanya, “Semua itu tidak beguna bagiku, saya sangat senang untuk mengambil angsa yang ini, terima kasih banyak.”
“Bagus..”Kata Holmes, “Baiklah....ini topi dan angsa anda, ngomong2...angsa anda sangat lezat,dimana anda membelinya?”
“Baiklah.”Jawab Baker, “Aku mendapatkannya dari Mr.Windigate,pemilik Restoran Alpha, dekat museum Inggris, Mr.Windigate bergabung klub Angsa untuk pelanggannya.”
“Apa...’klub Angsa’?” Aku bertanya.
“Baiklah.” Jawab Baker, “Seekor angsa sangat mahal, kau tahu.Dan klub Angsa adalah cara untuk menabung uang untuk membeli seekor angsa saat Natal. Setiap anggota di klub Angsa membayar Mr.Windigate beberapa sen setiap minggu.  Mr.Windigate menggumpulkan uang minggu demi minggu. Saat Natal, cukuplah uang untuk membeli seekor angsa untuk setiap orang di klub. Mr.Windigate membeli Angsa,jadi setiap anggota diklub mempunyai daging angsa untuk dimakan di hari Natal.”
Ketika Baker telah pergi, Holmes berkata,
“Baiklah....Watson,Baker tidak tahu apa2 tentang Batu Biru Delima,dia tidak tertarik angsanya yang hilang. Dia hanya ingin makan daging angsa, dia senang mendapatkan angsa yang baru.”
“Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?” Aku bertanya.
“Henry Baker memberitahu kita bahwa angsanya dari restoran Alpha milik Mr.Windigate.” Jawab Holmes, “Sekarang kita harus pergi dan melihat Mr.Windigate, kita harus bertanya padanya beberapa pertanyaan tentang Angsa ini, Ayo!”

Bersambung.....
 
Translate from Book Sir Arthur Conan Doyle "Silver Blaze and other stories"
Translate by Kristina Damayani

Rabu, 22 Februari 2012

2 Bidadari di sampingku....

Saat ini di depan layar monitor aku sedang menulis....
Aku ditemani 2 Bidadari cantik di sampingku......mereka juga sedang menulis....menulis sebuah surat untuk mama mereka.
Kedua Bidadari itu Manda dan Nadia. Mereka berdua adalah muridku.

Yearin Alamanda  tapi biasa dipanggil Manda, Manda anak yang penurut, dia sangat suka belajar komputer. Manda sangat suka warna ungu, kadang kami kompakkan untuk memakai baju yang warnanya ungu. Manda jarang sekali marah ataupun menangis.
Nadia Rianja biasa di panggil Nadia, Nadia anaknya periang dan penyayang, tapi dia tidak bisa menerima kekalahan, dia sangat kecewa kadang menangis kalau dia kalah dalam suatu perlombaan.
Aku tidak bisa marah kepada mereka kalau mereka melakukan sebuah kesalahan, mereka sering membuatku tersenyum. Mereka Bidadari yang cantik dan imut.
Terima kasih para Bidadari......semoga kalian menjadi anak yang Sholehah dan menjadi anak yang pintar
AMMIIIINNN......

Susahnya Menulis....

Apakah menulis itu mudah???
Mudah bagi kebanyakan orang,mudah bagi semua orang yang hanya bisa menyalin, tapi bagiku menulis itu sangat susah.Contohnya menulis di Blogku ini....sangat membutuhkan waktu yang lama bagiku untuk bisa membuat sebuah tulisan tanpa harus menyalin alias Copy Paste.
Dulu waktu masih sekolah menengah aku sangat suka menulis sebuah cerita pendek, karena aku belum mempunyai sebuah komputer, biasanya aku menulis di buku. Aku juga suka menulis diary tapi kebiasaanku
menulis diary aku hentikan waktu SMP karena diaryku telah dibaca oleh ibuku, karena hal itulah aku jadi malas buat menulisdiary  lagi.Waktu SMA aku sangat suka menulis lirik lagu....tapi itu tetap aja menyalin hehehe....
Aku termasuk orang yang sangat susah untuk mengekspresikan sesuatu. Aku juga tidak pandai berbicara di depan orang banyak, aku juga tidak dapat merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat yang indah.
Hanya sedikit yang bisa aku tulis tapi itu sudah lumayan bukan.......